Halloween Costume ideas 2015

Cukcuk Bimbi

Latest Post


Permainan badaku bisa dilakukan oleh 2 atau 4 orang anak dengan cara berpasang-pasangan. Media yang dipakai bisa membeli yang terbuat dari plastik atau membuat sendiri dari potongan kayu atau pun juga bisa membuat dari tanah yang digali sedemikian ruma menyerupai lobang permainan badaku seperti pada gambar. Dan biji yang dipakai untuk menjalankan permainan ini bisa menggunakan kerikil atau kelereng.
Dakuan
Cara bermain badaku



Batiwah

Batiwah adalah permainan tradisional daerah banjar yang memerlukan permain lumayan banyak. Yaitu antara 4 sampai 10 orang anak atau lebih. Sebab semakin banyak anak yang ikut main, maka permainannya semakin semarak/ ramai. Media yang digunakan adalah cuma beberapa potongan kayu atau ranting kayu, tetapi memerlukan tempat atau lapangan yang cukup luas. Alangkah baiknya memang permainan ini dilakukan di tengah lapang atau tempat yang sangat terbuka.

Cara bermain:

Dirikan susun potongan kayu seperti pada gambar. Setelah itu semua anak yang ikut bermain untuk mengundi siapa yang jaga atau menyusun bila nanti susunan potongan kayu telah roboh dengan cara pinsut/suit atau hompimpah. Anak yang kalah akan jaga terlebih dahulu. Masing-masing anak mengambil jarak sesuai kesepakatan, lalu masing-masing melempari susunan potongan kayu tadi. Bila telah roboh maka anak yang kalah hompimpah tadi menyusunya kembali sementara anak-anak yang lainya bersembunyi. Apabila telah selesai menyusun, anak yang jaga tadi mencari anak yang bersembunyi satu persatu sambil menjaga susunan kayu tadi. Bila menemukan anak yang bersembunyi dia harus menyebutkan namanya sambil menyentuh susunan kayu. Tapi apabila ada di antara anak yang bersembunyi mampu merobohkan kembali susunan kayu tersebut maka yang lainya bersembunyi kembali dan anak yang jaga tadi menyusun kembali seperti semula. Kalau semua anak mampu dia temukan, maka anak yang pertama ditemukan akan kena giliran jaga atau menyusun potongan kayu tersebut dan begitu seterusnya.



Permainan Batiwah


Banyak permaianan anak yang bersifat tradisional, dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan sosial anak. Apalagi sekarang ini pemerintah melalui sekolah-sekolah lagi gencar-gencarnya menggalakkan kembali pendidikan karakter anak salah satunya melalui berbagai permainan.
Salah satu permainan anak yang sangat mendukung hal tersebut adalah bacirak. Bacirak adalah salah satu permainan tradisional khas banjar (Kalimantan Selatan). Permaianan ini dapat dimainkan oleh 2 sampai 10 orang anak, dengan hanya menggunakan media biji buah karet (dalam bahasa banhat disebut bigi para) atau buah kemiri (dalam bahasa banjar disebut bigi kaminting) dan sebilah belahan bambu atau serpihan papan kayu serta sebongkah batu kecil untuk melempar.

Cara bermain:

Letakkan bilahan bambu diatas dua buah batu secara melintang. Lalu masing-masing anak menaruh beberapa buah biji karet atau kemiri di atas bilahan bambu tadi. Setelah itu semua anak mengambil jarak dari bilahan bambu tadi sesuai kesepakatan semua anak ( misalnya 10 meter dari bilahan bambu yang berisi biji karet atau kemiri tadi).
Sebelum mulai bermain, semua anak mengundi siapa yang berhak terlebih dahulu melemparkan batu kearah bilahan bambu tadi melalui suit atau hompimpah sampai semua anak mendapat nomor uratan masing-masing untuk melempar.
Setelah didapat siapa yang terlebih dahulu melemparkan batu, maka permainan dapat dimulai. Siapa yang dapat mengenai bilahan bambu tadi dan menjatuhkan biji karet atau biji kemiri yang ada di atasnya, seberapa biji karet atau biji kemiri yang terjatuh maka itu adalah menjadi kepunyaan anak yang mampu menjatuhkannya tadi. Begitu seterusnya sampai biji karet atau kemiri yang ada di atas bilahan bambu tadi habis. Dan permainan ini dapat diulang terus menerus sesuai keinginan semua anak, sampai salah satu anak kehabisan biji karet atau biji kemirinya. Dan anak yang lainnya mendapatkan tambahan biji karet atau biji kemiri dari yang dia punyai sebelumnya.

Permainan bacirak

Biji Kemiri



Bapidak adalah permainan khas daerah banjar dengan media biji karet (biji para). Permainan ini khususnya banyak dimainkan oleh anak-anak daerah banjar pahuluan (Tapin, HSS, HST, HSU, Balangan, dan Tabalong). Dengan hanya 2 atau 3 orang anak, sudah bisa melakukan permainan ini. Tidak memerlukan tempat yang luas dan biaya. Masing-masing anak hanya menyediakan beberapa biji karet yang menurut mereka paling kuat (hebat), atau dalam bahasa banjar disebut "undas".

Cara main:

  1.  Satu orang anak mula-mula meletakkan satu biji karet (para) yang dianggap dia paling hebat    (harat) atau undasnya.
  2.  Satu anak yang lainnya meletakkan satu biji karetnya diatas biji karet temannya tadi sambil di  pegang, lalu dipukul dengan tangan sekeras-kerasnya.
  3.  Biji karet siapa yang mampu bertahan atau tidak pecah maka dialah pemenangnya
    Permainan Bapidak


Saat ini banyak permainan tradisional yang sudah mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang. Bahkan bisa dikatakan dilupakan. Lebih menyedihkan lagi banyak anak-anak generasi sekarang tidak tahu permainan tradisional khas daerahnya masing-masing. Padahal banyak permainan terdisional itu dapat menumbuhkan rasa kebersamaan melalui interaksi sosialnya, cinta tanah air dan bangga menjadi anak Indonesia. Ini dikarenakan permainan tradisional tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang saat ini sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh pemerintah melalui sekolah-sekolah khususnya sekolah dasar.
Dengan permainan tradisional khas Banjar cukcuk bimbi, anak diharuskan bersikap sportif dalam permainan, rasa kebersamaan (sosial) dia jadi makin terasah, dan melatih anak untuk percaya diri menggunakan instingnya.
Cukcuk bimbi adalah sebuah pantun banjar, yang kemudian dilagukan untuk dijadikan sebuah permainan bagi anak-anak masyarakat Banjar. Cuk-cuk bimbi merupakan jenis pantun anak-anak. Keunikan ini diluar struktur pantun pada umumnya. Hal itu, terlihat pada setiap barisnya terdapat sajak yang dapat dilagukan.
Cukcuk bimbi adalah permainan tradisional yang bisa dilakukan dimana saja, karena tidak memerlukan tempat yang luas dan media yang khusus. Permainan tradisional ini dapat dimainan oleh 3 samapi 5 orang anak atau bisa juga lebih. Media yang dipakai bisa secarik kertas kecil, kerikil atau benda-benda padat berukuran kecil lainnya tapi tidak berbahaya buat anak.
Cara bermain:
1). 3 atau 5 orang anak melakukan hompimpa atau suit untuk menentukan anak yang paling kalah.
2). Setelah menemukan 1 anak yang paling kalah, anak tersebut diminta untuk menunduk atau bersujud dilantai.
3). Anak yang lainnya menaruh tangannya diatas punggung temannya yang menunduk tadi sambil berpantun yang dilagukan sambil mengelilingikan kertas atau kerikil kecil tadi dimasing-masing telapak tangan anak.
4). Setelah selesai pantun dilagukan, anak yang bermain memutar kedua tangannya didepan dada    masing-masin sambil berlagu "sagincu liu liu,,,"
5). Anak yang menunduk, bangun untuk menebak pada tangan anak yang mana terdapat kertas atau  kerikil kecil tadi
6). Kalau anak tersebut bisa menebak pada anak yang mana kertas atau kerikil tadi, maka anak yang    dapat ditebak tadilah yang menggantikannya untuk menunduk/bersujud dilantai
7). Kalau tidak dapat ditebak, maka anak tersebut harus menunduk kembali sambil disoraki dengan kata-kata "sagadur lagi"
  • Lirik lagu "Cuk-cuk Bimbi"
Cuk-cuk bimbi
Bimbi tuan sarunai
Tacucuk takulibi
Muhanya kaya panai
(Sagincul liu - liu, sagincul liu - liu)
https://www.youtube.com/watch?v=LNkiwZEyPsw
Untuk lebih lengkap silakan unduh link kami sematkan
DOWNLOAD

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget