Banyak permaianan anak yang bersifat tradisional, dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan sosial anak. Apalagi sekarang ini pemerintah melalui sekolah-sekolah lagi gencar-gencarnya menggalakkan kembali pendidikan karakter anak salah satunya melalui berbagai permainan.
Salah satu permainan anak yang sangat mendukung hal tersebut adalah bacirak. Bacirak adalah salah satu permainan tradisional khas banjar (Kalimantan Selatan). Permaianan ini dapat dimainkan oleh 2 sampai 10 orang anak, dengan hanya menggunakan media biji buah karet (dalam bahasa banhat disebut bigi para) atau buah kemiri (dalam bahasa banjar disebut bigi kaminting) dan sebilah belahan bambu atau serpihan papan kayu serta sebongkah batu kecil untuk melempar.
Cara bermain:
Letakkan bilahan bambu diatas dua buah batu secara melintang. Lalu masing-masing anak menaruh beberapa buah biji karet atau kemiri di atas bilahan bambu tadi. Setelah itu semua anak mengambil jarak dari bilahan bambu tadi sesuai kesepakatan semua anak ( misalnya 10 meter dari bilahan bambu yang berisi biji karet atau kemiri tadi).
Sebelum mulai bermain, semua anak mengundi siapa yang berhak terlebih dahulu melemparkan batu kearah bilahan bambu tadi melalui suit atau hompimpah sampai semua anak mendapat nomor uratan masing-masing untuk melempar.
Setelah didapat siapa yang terlebih dahulu melemparkan batu, maka permainan dapat dimulai. Siapa yang dapat mengenai bilahan bambu tadi dan menjatuhkan biji karet atau biji kemiri yang ada di atasnya, seberapa biji karet atau biji kemiri yang terjatuh maka itu adalah menjadi kepunyaan anak yang mampu menjatuhkannya tadi. Begitu seterusnya sampai biji karet atau kemiri yang ada di atas bilahan bambu tadi habis. Dan permainan ini dapat diulang terus menerus sesuai keinginan semua anak, sampai salah satu anak kehabisan biji karet atau biji kemirinya. Dan anak yang lainnya mendapatkan tambahan biji karet atau biji kemiri dari yang dia punyai sebelumnya.
![]() |
| Permainan bacirak |
![]() |
| Biji Kemiri |



Posting Komentar